Monday, October 22, 2012

JAKARTA?

Ibu dari segala kota, penuh senyum di balik tangisan. Tak ada suci tak ada nista ini semua demi harta . hahaha ternyata ibu kota lebih kejam dari pada ibu tiri, dikota ini penuh dengan tanda tanya semua orang mengadu nasib demi sebuah nasi. Apa kota ini sangat istimewa? Pelacur jalanan bertebaran dimana-mana. hampir disetiap sudut kota para abg menjajahkan dirinya untuk kepuasan materinya, betapa kerasnya hidup di Jakarta? Demi uang siap telanjang, mungkin kata itu kata yang tepat. Lika liku kehidupan membaur menjadi satu, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Apa kah itu adil untuk kaum seperti kami? Dimana sumpah para pejabat2 tinggi untuk mendahulukan kepentingan rakyatnya? Bullshit! Kami bukan anak ayam yang bisa kalian bohongi, mungkin anda layak kami sebut sebagia “topeng monyet”. Bicara soal Jakarta memang tidak ada habisnya semua dikota ini dihalalkan, dari yang tidak ada hingga diada-ada.  Bisa kita ambil contoh lagi para buruh pabrik demo didepan DPR/MPR, mereka semua menuntut hak mereka sebagai buruh dan mungkin ingin meminta gaji yang ditunda. Mereka berfikir apa kenapa kita menderita sedangkan orang lain malah asik tertawa diatas penderitaan kita? Jadi menurut saya demo buruh pabrik yang bisa memacetkan jalanan ibu kota itu tidak salah karena mereka menutut hak mereka untuk bisa hidup layak kembali.

                                                     JAKARTA UNDERCOVER

Banyak seluk beluk kota Jakarta yang belom pernah kita ketahui dan kita duga duga, contohnya di Kota ini mempunya satu tempat prostitusi yang menawarkan kepada pelangannya untuk bercinta dan memberikan suguhan tarian erotis atau striptease. Yang ironisnya,tempat prostitusi tersebut tidak pernah ‘tersentuh’ oleh aparat hukum atau ormas2 yang sering mensweeping tempat hiburan malam. Adalagi sebuah tempat di tengah kota Jakarta yang memberikan pelayanan untuk berkencan di dalam mobil sambil melihat gemerlapnya kota. Jakarta di malam hari. Itu mungkin sedikit pangalaman saya tentang selak beluk kota Jakarta yang sebulumnya tidak pernah kita duga duga. terlebih lagi dengan fenomena "ayam kampus" yang sudah tidak asing lagi kata itu terdengar dikuping kita. saya selaku mahasiswa satu perguruan tinggi swasta dijakarta tidak mempungkiri keberadaan "ayam kampus" itu, para "ayam kampus" berleluasa menjajahkan dirinya kepada para om om hidung belang yang haus akan belaian para "ayam kampus" itu. mereka rela menjajahkan dirinya hanya untuk kepuasaan duniawi semata yang bergelimang harta yang mungkin para orang tua mereka tidak dapat membelikannya untuk mereka. sungguh miris memang selak beluk kota jakarta yang tidak pernah kita duga duga. tapi sebagai manusia biasa saya tidak munafik untuk menikmati kota ini, semakin malam semakin mantap. jakarta belom tidur? ya, jakarta tidak pernah tidur hiburan malam 24jam beroprasi dikota ini ratusan bahkan ribuan pil ekstasi ditelan para pecinta hiburan malam yang terletak dijantung kota jakarta. semua legal, jakarta keras! 

No comments:

Post a Comment